
Buntok, Barito Selatan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menyoroti masih banyaknya pembangunan infrastruktur yang belum memadai di berbagai wilayah, khususnya di daerah pedesaan dan pelosok. Kondisi ini dianggap menghambat mobilitas warga, distribusi barang, dan secara umum memperlambat laju pembangunan daerah.
Anggota DPRD Barito Selatan, Raden Sudarto, menyatakan keprihatinannya. “Kita masih sering menerima keluhan dari masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak parah, jembatan yang belum layak, atau bahkan tidak adanya akses jalan yang memadai ke beberapa desa,” ujarnya.
Menurut Raden Sudarto, kurangnya infrastruktur dasar seperti jalan yang baik, jembatan penghubung, dan akses telekomunikasi yang stabil, berdampak luas pada berbagai sektor:
- Ekonomi: Menghambat distribusi hasil pertanian dan produk lokal, sehingga merugikan petani dan pelaku usaha kecil. Biaya logistik menjadi tinggi.
- Pendidikan: Mempersulit akses siswa dan guru ke sekolah, terutama saat musim hujan, yang bisa berdampak pada kualitas pendidikan.
- Kesehatan: Menghambat evakuasi pasien gawat darurat ke fasilitas kesehatan terdekat, serta menyulitkan tenaga medis untuk menjangkau daerah terpencil.
- Pariwisata dan Investasi: Infrastruktur yang buruk juga menjadi penghalang bagi pengembangan potensi pariwisata dan masuknya investor ke Barito Selatan.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk memprioritaskan dan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar ini. Anggaran yang dialokasikan harus tepat sasaran dan dieksekusi dengan efektif. Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di satu titik, sementara daerah lain tertinggal,” tegas Raden Sudarto.
DPRD Barsel berjanji akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi proyek-proyek infrastruktur dan akan menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Diharapkan, dengan infrastruktur yang memadai, Barito Selatan dapat bergerak maju lebih cepat dan merata.(RED)


